RSS

Jika terlalu banyak bicara

Dzun Nun Al Mishri ra. berkata:
“Mohonlah ampun kepada Allah, jika engkau terlalu banyak bicara. Jika engkau tidak menghentikannya, maka pembicaraan tidak terputus.”

Catatan Majelis:

“persempitlah mereka dengan kedua lututmu”, bermaksud: jangan jauh2 dari mereka, sekalipun jauh dengan mengamalkan ilmu mereka adalah solusinya, dan tidak akan mengurangi maksud ungkapan tsb.

“hikmah turun dari langit dalam keadaan jernih”, adalah sebuah ungkapan sarat makna. Rahasia Allah melalui ulama akan ter-“cut” tatkala mereka di-interupsi. Termasuk makna “mendebat” adalah adanya protes akliah terhadap rahasia syariat yang terlontar dari lisan seorang figur ulama khos; walau hanya sebatas fikiran yang tak terucapkan. Akibat buruknya akan melanda batiniah pelakunya. Dia akan terlempar dari singgasana kedekatan dengan Al Khaliq. Jauh dari kedekatan ruhaniyah. Di antara tandanya, peningkatan kuantitas ibadah jasmaniah tidak mampu diikuti kondisi batiniahnya.

Bacalah berulang2 kalau belum terjadi pencerahan dalam memahaminya. [Aba Najib Zaitillah Mubarak]

Orang ‘arifbillah yang jenius, dalam berfikir tidak pernah serius.
Melumpuhkan lawan tidak pernah menggunakan jurus.
Berbisnis dengan Allah tidak bermodalkan fulus, namun mengalir terus.
Kecolongan benda terlarang, Allah keluarkan dengan murus.
Walau badan kurus, ibadahnya mulus.
Tantangan dan fitnahan, ora urus !!!
Itulah jalan lurus.
(Ujar Najib Rajab)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: