RSS

Tips Melembutkan Hati

Tips Melembutkan Hati Memanfaatkan Kekuatan Doa Tarekat Sammaniyyah Sesuai Filosufi Maknanya

Semua makna doa tsb ditujukan kepada ummat Muhammad secara umum, tanpa memasukkan diri sendiri. Apabila ini diucapkan dengan ikhlas penuh harap kepada Allah berarti gerbang ‘kelembutan’ telah anda miliki.
Bandingkan dengan ketika anda berdoa… untuk anda sendiri!!! Jika ada perbedaan rasa hati antara redaksi doa untuk diri sendiri dan orang lain, berarti anda masih memiliki sifat egois yang harus dikikis. Dan anda masih tergolong manusia berhati ‘sakit’.
Doa tsb diilhami ucapan Sang Rasul pilihan tatkala sakaratil mau ”Ummati…..ummati”.

Dan salah satu pintu kemudahan terkabulnya doa adalah redaksinya tidak egois. Dalam redaksi doa sammaniyah sendiri hanya untuk ummat. Mengapa??? Ya karena kita yang berdoa juga bagian dari ummat itu sendiri. Itulah indikator lembut tidaknya hati seseorang, walau pada saat kondisi terdesak sekalipun.

Beruntunglah kita pengamal sammmaniyyah !!!

Tips: Selama 40 hari, amalkan doa tsb 40x setelah sholat Subuh. Tentunya setelah zikir, sambil mengangkat tangan. Jika terlewat boleh pada waktu sholat yang lain. Khatam 40 hari, format amaliah kembali ke normal.

Demikian, semoga bermanfaat bagi para pengamal Sammaniyyah.

Rouf dan Rohim adl dua sifat Allah Swt. yang memiliki arti lahiriah yang sama, yaitu ‘kasih sayang’.

Keduanya juga Allah benamkan kepada Rasul pilihanNya sbg keistimewaan yg tidak dimiliki oleh makhluk lainnya.

Kedua sifat inilah yg membuat B…eliau saw lembut hati dan santun dalam berprilaku. Dengan kata lain lembut secara lahir dan batin. Dua sifat dasar yg tidak dibuat-buat, tanpa dilatih untuk memperolehnya.

Keduanya menjadi PR yg wajib dengan faktor kesulitan tingkat tinggi buat kita ummatnya. Kalau beliau Saw tidak memerlukan tahapan untuk meraihnya, maka kita selaku ummat adl sebaliknya. Ilmu dan latihan adl syarat utamanya. Dari ilmu kita ketahui mana akhlak yg tercela dan mana pula akhlak yg terpuji. Dalam melatihnya diperlukan perenungan serius dan kontinyu. Di dalam penerapannya diawali dengan mengenali dan mengumpulkan bahan ‘akhlak tercela’ untuk diamati dan diproses menjadi ‘akhlak terpuji’. Taubat adl bahan bakarnya. Selalu berniat baik adl awal pencerahan qalbu yg bakal melahirkan tindakan spesifik bernuansakan kelembutan dan jauh dari kepura-puraan. Puncaknya adl keikhlasan yg membawa pemiliknya kepada dimensi kemesraan batiniyah jauh dari hiruk pikuk kebendaan yg banyak membuat kita kesetanan. Inilah sikap dasar Rasul juru selamat ummat. Bisa dibayangkan seandainya beliau harus bersusah payah melatih akhlak terpuji sebelum terjun ke dalam kancah dakwah???

Semoga dapat menjadi renungan kita bersama. Dan jangan lupa kedua sifat dan sikap ini sering dikumandangkan dalam majelis sholawat al Habsyi, ad Dyba’ dan yg barusan kita mulai al Burdah. Renungkanlah dua sifat setiap imam majelis membaca ”Laqod jaakum….”

Persembahan admin pustaka.alzahra
Tag: kaijian sufistik/kelembutan hati kaum sufi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: