RSS

BAB WUDHU

4 BAB WUDHU

  1. Dari Abu Hurairah ra. Dari Rasulullah saw, bahwa beliau bersabda, “Seandainya aku tidak ingin menyusahkan ummmatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak pada setiap kali wudu.” (HR Malik, Ahmad dan Nasa’I dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah serta disebutkan oleh Al-Bukhari secara mu’allaq). 3/3/2011  Hadits tersebut menunjukkan penentuan waktunya, yaitu setiap kali wudu.  Dalam Asy-Syarh disebutkan bahwa disukai pada setiap waktu, dan lebih disukai pada 5 waktu, yaitu :  1). Ketika akan shalat, baik bersuci dengan air maupun dengan tanah, atau tidak bersuci, seperti orang yang tidak mendapatkan air atau tanah. 2). Ketika wudu, 3). Ketika membaca Al-qur’an. 4) Ketika bangun tidur. 5). Ketika bau mulut berubah.  Tafsir hadist hikmahnya sunnah menurut jumhur ulama, namun ada yang berpendapat wajib.  Tetapi hadist yang disebutkan dalam bab ini menunjukkan bahwa bersiwak tidak wajib, berdasarkan sabda beliau dalam hadits ini, “Aku akan perintahkan mereka”, yaitu perintah wajib, karena sesungguhnya yang tidak diwajibkan lantaran kesulitan, bukan berarti perintah itu sunnah karena telah ditegaskan tanpa keraguan. 3/3/2011

Ibnu Daqiq berkata, “Rahasia yang terkandung padanya yaitu bersiwak pada setiap shalat bahwa kita diperintahkan pada setiap kondisi ketika beribadah kepada Allah swt.  Agar dalam kondisi yang sempurna dan suci, sebagai bentuk memuliakan ibadah.  Ada yang mengatakan bahwa perintah itu berkaitan dengan malaikat, yaitu bahwa malaikat tersebut meletakkan mulutnya pada mulut orang yang membaca Al-Qura’an dan merasa terganggu dengan bau yang jelak maka disunnahkanlah siwak lantaran hal tersebut, pendapat ini cukup bagus.

Zhahirnya hadist di atas tidak mengkhususkan disukainya bersiwak bagi shalat tertentu, baik ketika sedang berpuasa maupun tidak.  Asy-Syafi’I berkata, “Tidak disunnahkan bersiwak setelah matahari condong ke atas meninggi pada saat berpuasa, agar bau mulut yang disukai oelh Allah swt. Tidak hilang, “Dapat dijawab bahwa bau mulut tersebut tidak dapat hilang dengannya, karena ia bersumber dari kosongnya lambung dan tidak dapat dihilangkan denga siwak.

Kemudian, apakah disunnahkan bagi yang akan shalat meskipun ia telah berwudu sebagaimana disebutkan hadist, “Pada setiap shalat?” ada yang berpendapat bahwa disunnahkan dan yang lain mengatakan tidak kecuali pada saat akan berwudu, sebagaimana hadist di atas yang berbunyi, “Bersama setiap wudu”, hadist ini memberikan batasan terhadap hadist yang berlaku secara mutlak yaitu , “Setiap shalat”, bahwa yang dimaksud adalah setiap kali wudu untuk shalat.  Seandainya dikatakan, hendaknya memperhatikan kondisi2 disyariatkannya siwak.  Maka jika telah berlaku waktu yang panjang dimana bau mulut telah berubah dengan hal2 yang dapat merubahnya, seperti makan makanan yang berbau, lama diam, banyak bicara, tidak makan dan tidak minum, ketika itu siwak disyariatkan meskipun meskipun tidak berwudu, dan jika bau mulut tidak berubah maka tidak disyariatkan.

Perkataannya dalam mendefiniskan siwak secara istilah, “Atau yang semacamnya”, yakni seperti potongan dahan.  Yang mereka maksudkan adalah setiap yang dapat menghilangkan perubahan bau mulut, seperti sobekan kain, jari kasar dan air dingin, dan lebih baik jika siwak tersebut dari pohon arok dalam kondisi yang sedang, tidak terlalu kering yang dapat melukai gusi, dan tidak terlalu basah yang tidak dapat membersihkan gigi.***3/3/2011

  1. Dari Humran bahwa Utsman ra. Minta air wudu, lalu ia mencuci kedua telapak tangannya 3 kali, kemudian berkumur2 dan memasukkan air kedalam hidungnya lalu menghembuskannya, kemudian ia membasuh wajahnya 3 kali, kemudian ia mencuci tangannya hingga siku 3 kali, kemudian yang kiri seperti itu, kemudian dia mengusap kepalanya, kemudian mencuci kaki kanannya hingga mata kaki 3 kali, kemudian yang kiri seperti itu, kemudian berkata, “Aku melihat Rasulullah saw. Berwudu seperti wuduku.” (Muttafaq’alaih). 4/3/2011

Penjelasan Kalimat : *”Bahwa Utsman ra, yaitu Ibnu Affan minta air wudu”: (yaitu air yang akan ia gunakan berwudu).  *”Makna ia mencuci ke 2 tangannya 3 kali”: (ini adalah sunnah wudu kesepakatan para ulama, bukan mencucinya 3 kali ketika bangun tidur sebagaimana yang akan disebutkan haditsnya, tetapi ini adalah sunnah wudu.  Maka seandinya ia bangun tidur, kemudian hendak berwudu, tersebut dalam hadist bahwa ia mencucinya 3 kali karena bangun tidur kemudian mencucinya 3 kali untu wudu.  Juga mengandung makna menyatukannya. *”kemudian ia berkumur-kumur” (Al-Madhmadhatu (berkumur) adalah memasukkan air kedalam mulut kemudian memuntahkannya.  Wudu yang sempurna adalah memasukkan air kedalam mulut kemudian memutar2nya lalu memuntahkannya, demikian yang terdapat dalam Asy-Syarah.  Sedangkan dalam Al-Qamus : berkumur yaitu mengerak-gerakkan air dalam mulut, ia menyebutkan menggerak2kan dan tidak menyebut memuntahkan.  Tidak disebutkan dalam hadist Utsman apakah ia melakukan hal iitu 1 ataukah 3 kali.  Akan tetapi dalam hadits Ali ra. Bahwa ia berkumur-kumur lalu memasukkan air kedalam hidung dan menghembuskannya dengan tangan kirinya, ia melakukannya 3 kali, kemudian berkata, “Inilah wudu Nabi Allah”. *”dan memasukkan air ke dalam hidung”: (Al-Istinsyaq adalah memasukkan air kedalam hidung dan menariknya dengan nafas samapai ujungnya).  *”dan menghembuskannya”: (Al-Istinsar menurut jumhur ahli bahasa dan ahli hadits serta para fuqaha adalah mengeluarkan air dari hidung setelah menghirupnya).  *’kemudian ia membasuh wajahnya 3 kali kemudian ia mencuci tangan kananya”: (dalam hadits ini terdapat keterangan rinci terhadap apa yang disebutkan secara global dalam ayat, yaitu firman Allah swt, “dan tanganmu..” (Al-Maidah :6) dan bahwa dia mendahulukan yang kanan) sampai siku (kata Ilaa, pada dasarnya adalah berarti hingga ujung, tetapi terkadang pula digunakan dengan makna ma’a (bersama). Dan hadits2 telah menerangkan bahwa inilah yang dimaksudkan.

 

Tafsir Hadist para ulama berbeda pendapat, apakah wajib mengusap seluruh kepala ataukah sebagiannya? Mereka berkata, “Ayat di atas tidak menunjukkan kedua hal tersebut secara khusus, sebab Firman-Nya, “Dan sapulah kepalamu” mencakup seluruh kepala atau sebagiannya. 11/3/2011

Ayat tersebut tidak menunjukkan bahwa harus seluruhnya dan juga tidak sebahagiannya. Akan tetapi yang berpendapat bahwa sah mengusap sebagiannya ia berkata, “Sesungguhnya As-Sunnah telah menjelaskan salah satu dari dua kemungkinan dari kandungan ayat diatas, yaitu yang diriwayatkan oleh Asy-Syafi’I dari hadist Atha”, “Bahwa Rasulullah SAW berwudu, lalu membuka sorban dari kepalanya dan mengusap bagian depan kepalanya.” 11/3/2011

  1. Dari Ali ra. Mengenai sifat wudu Nabi saw. Ia berkata, “dan Beliau mengusap kepalanya satu kali. “HR. Abu Dawud, an Nasa’I dan At-Tirmidzi dengan sanad yang sahih bahkan At-Tirmidzi dengan sanad yang sahih, bahkan At-Tirmidzi berkata, “Sesunggunya hadist tersebut paling sahih dalam bab ini.” 11/3/2011

Tafsir Hadist : Hadist ini adalah potongan dari hadist yang panjang, di dalamnya diterangkan sifat wudu dari awal hingga akhirnya, hadist tersebut menjukkan yang telah disebutkan hadist Utsman, hanya saja penulis-rahimahullah- menyebutkan karena didalamnya disebutkan dengan jelas apa yang tidak dijelas oleh hadist Utsman yaitu mengusap kepala 1x, sedang disini disebutkan 1x, meskipun disebutkan dengan jelas mengerjakan 3x bagi anggota wudu lainnya. 11/3/2011.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 16, 2011 in Bersuci, Uncategorized

 

Tips Mujarrab Menggapai Khusyu’ Tahap Pemula

Tips Mujarrab Menggapai Khusyu’ Tahap Pemula

Nantikan tibanya waktu sholat dengan suci hadats sebelum masuknya. Penuhi panggilan adzan dengan menjawab dan mendatanginya. Siapa yang melakukan hal tsb berarti siap menerima panggilan Allah. Sebaliknya yang tidak mempersiapkan diri seperti itu, berarti belum siap mendengar dan menerima panggilan sholat.

Maksudnya: kaget mendengar azan karena belum siap dan mempersiapkan diri dengan kesucian fisik jelang masuknya waktu sholat. Kaget, karena ganjalan aktivitas dunia memberatkan diri untuk segera memenuhinya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 14, 2011 in Bersuci, Uncategorized

 

cash

12345

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 26, 2011 in Uncategorized

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 19, 2011 in Uncategorized